Dugaan praktek Jual beli beasiswa di MFH, aktivis: Ombudsman dan Polda segera lakukan investigasi.


oleh guntiar ketua aliansi pendidikan inklusif 

Kuat dugaan praktek Jual beli beasiswa di kampus udah bertahun tahun lamanya. Mekanisme hampir sama ada "uang" sebagai tanda jadi. Dalam hal ini sudah amat salah.

Penelusuran yang sempat kami lakukan saat melakukan wawancara dan investigasi kepada beberapa mahasiswa. Menurut mereka, uang pembayaran daftar ulang dan uang jaminan beasiswa itu berbeda. Kami jika ingin dapat kan beasiswa harus ada jaminan uang sebesar yang mereka minta. Jika tidak maka kami tidak akan dapat kan beasiswa tersebut.

Dari keterangan beberapa mahasiswa medical Farma Husada semakin memperkuat dugaan kami bahwa terjadi jual beli beasiswa yang berkedok uang jaminan dll. Setelah mereka mendapatkan beasiswa akan langsung di lakukan pemotongan dan ini sudah hampir beberapa tahun terjadi.

Belum lagi kita temukan beberapa data yang tidak cocok saat mengecek penerima beasiswa. Beberapa di antaranya dugaan kami ada salah sasaran bisa jadi terjadi pemalsuan dokumen dan ini sudah tentu bukan sifat yang administrasi lagi. Ini kejahatan dan harus di pidana.

Kami berharap, Ombudsman dan kepolisian Nusa Tenggara Barat segera melakukan proses investigasi dan penyelidikan terhadap persoalan-persoalan ini. Kami tidak ingin ada praktek yang tak pantas di dunia pendidikan. Kami ingin, masyarakat tak mampu dapat menikmati dunia pendidikan melalui beasiswa yang tepat sasaran. 

Dengan tegas kami sampaikan, beberapa nama dan bukti akan segera kami teruskan di kementerian pendidikan tinggi. Juga akan kami serahkan ke ombudsman, DPRD provinsi NTB komisi V juga kepada kepolisian.

Sebab, dugaan tersebut bukan tanpa dasar dan dugaan praktek Jual beli beasiswa tersebut seperti manta rantai yang tak pernah putus bertahun tahun. Beberapa nama mungkin terlibat dalam hal ini seperti dugaan kami ada keterlibatan dari pada anggota senator. Ini harus di tanggapi dengan serius oleh Ombudsman dan kepolisian wilayah Nusa Tenggara Barat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klarifikasi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lombok Tengah: Tidak Ada Rencana Aksi Besok, Tanda Tangan pimpinan Lembaga Dimanipulasi

Dugaan praktek Jual beli beasiswa di kampus swasta Medical Farma Husada, Aktivis: ombudsman dan kementerian segera investigasi.

Rektor Unram Gagal: Kegagalan Kepemimpinan dalam Satu Periode Mengurus Mahasiswa