Kampus mfh tidak layak dijadikan sebagai universitas, Aktivis : Penjarakan oknum-oknum yang melakukan praktek jual beli beasiswa.
oleh guntiar ketua aliansi pendidikan inklusif.
Dugaan praktek Jual beli beasiswa di kampus MFH tersebut menguak betapa lemahnya orientasi pendidikan kita. Beasiswa yang semestinya di berikan bagi mereka yang kurang mampu dan berprestasi justru di salah gunakan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.
Beasiswa untuk kependidikan yang diberikan melalui kuota kepada beberapa pejabat senator pusat tersebut kini jadikan sebagai usaha untuk meraup keuntungan pribadi. Untuk mendapatkan beasiswa, mahasiswa terpaksa harus membelinya dengan jumlah yang cukup besar.
Pembelian beasiswa dilakukan pada saat pendaftaran masuk kampus, lalu pihak kampus akan mengarahkan untuk membayar sejumlah uang sebagai kompensasi akan di berikan beasiswa (tanda jadi).
Pada saat melakukan investigasi dan observasi kevalidan, mahasiswa universitas Mataram menemukan beberapa orang di lapangan. Berdasarkan dari laporan tersebut hingga proses dan mekanismenya rupanya dugaan praktek Jual beli Tersebut benar adanya.
Menurut mereka, pada saat proses pendaftaran kami di arahkan untuk mengisi dan melakukan proses pembayaran. Jaminan uang pembayaran untuk beasiswa itupun kami serahkan dan memang terbukti kami dapat beasiswa dari uang jaminan beasiswa tersebut.
Pada satu kesempatan, kampus tersebut sekarang menjadi kampus internasional di tengah merosotnya profesionalisme. Praktek monopoli dan jual beli beasiswa ini sudah sangat berangsur lama. Bertahun tahun bahkan. Mental pendidikan kita semakin mundur dan itu dilakukan oleh mereka yang kampusnya semakin hebat moralitasmya semakin turun.
Dengan demikian, laporan atas dugaan praktek Jual beli beasiswa ini akan kami teruskan. Di wilayah Nusa Tenggara Barat kami akan melakukan koordinasi dengan ombudsman dan kementerian untuk segera melakukan investigasi terhadap kampus tersebut. Dan oknum oknumnya di berikan sanksi yang tegas.
Hal ini kami lakukan demi menyelamatkan Marwah pendidikan sebagai nafas panjang pengetahuan juga menghindari penyalahgunaan wewenang terhadap salah sasaran dan tujuan pemanfaatan beasiswa tersebut.
Komentar
Posting Komentar