Aliansi Mahasiswa Unram Tantang Rektor dan Tim Hukum untuk Diskusi Terbuka Terkait Polemik Pemira 2025
Mataram, 5 Juli 2025 – Polemik Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Mataram (Unram) 2025 terus memanas. Kali ini, Aliansi Mahasiswa Unram secara terbuka menantang Rektor Unram beserta tim hukum kampus untuk menggelar diskusi terbuka di hadapan publik, guna membedah berbagai kejanggalan dan tafsiran yang dinilai tidak objektif dalam proses Pemira tahun ini.
Dalam pernyataan resminya, Aliansi Mahasiswa menyampaikan bahwa selama ini pihak rektorat dan tim hukum lebih banyak bersembunyi di balik tafsiran sepihak atas aturan, tanpa memberikan ruang dialog terbuka yang adil dan transparan.
"Kami menilai rektor mengamini berbagai tafsiran hukum yang ambigu dan justru memperkuat ketidakadilan dalam pelaksanaan Pemira. Maka dari itu, kami menantang rektor dan tim hukum Unram untuk hadir secara terbuka dan berdiskusi langsung dengan mahasiswa," tegas Koordinator Aliansi Mahasiswa, Jumat (5/7).
Aliansi juga menilai bahwa sikap pasif dan tidak responsif dari pimpinan universitas telah memperkeruh suasana dan merusak kepercayaan mahasiswa terhadap proses demokrasi kampus.
Diskusi terbuka ini, menurut Aliansi, tidak hanya penting sebagai ajang klarifikasi, tetapi juga sebagai wujud komitmen bersama menjaga marwah demokrasi dan integritas akademik
"Jika rektor dan tim hukum merasa berada di jalur yang benar, maka tidak ada alasan untuk menghindar dari diskusi publik. Kami siap hadir dengan data, argumen, dan bukti-bukti atas kejanggalan yang terjadi," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak rektorat maupun tim hukum Universitas Mataram. Aliansi Mahasiswa mengusulkan agar diskusi terbuka dilaksanakan di Aula Rektorat atau melalui kanal resmi universitas, disiarkan secara langsung agar bisa disaksikan seluruh sivitas akademika Unram.
Komentar
Posting Komentar