DPM FATERNA UNRAM MEMBISU, DEMOKRASI KAMPUS DI AMBANG KOMA


Oleh: Zokar Dudayev ( sarjana jalanan) 
Muhzan Wld ( mafia jalanan)

Demokrasi kampus di Fakultas Peternakan Universitas Mataram (FATERNA UNRAM) berada di persimpangan yang mengkhawatirkan. Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Mataram (DPM FATERNA UNRAM), yang seharusnya menjadi benteng aspirasi mahasiswa sekaligus pengawas roda organisasi eksekutif, justru seolah menghilang dari panggung. Ketika pengawasan melemah, siapa yang akan mengawal suara mahasiswa dan memastikan kekuasaan tidak berjalan sekehendak hati?

Dalam dinamika organisasi kemahasiswaan, peran DPM FATERNA UNRAM tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka adalah garda yang memastikan suara mahasiswa tidak berhenti di meja birokrasi. Namun, realitas hari ini berbicara lain. Nama dan wajah anggota DPM FATERNA UNRAM nyaris tak dikenal publik kampus. Fungsi pengawasan pun kerap tak terdengar. Situasi ini menimbulkan kegelisahan: demokrasi kampus yang dibangun dengan semangat partisipasi kolektif kini terancam menjadi formalitas belaka.

“Kami menegaskan pentingnya DPM FATERNA UNRAM kembali tampil di depan, karena tanpa pengawasan yang kuat, roda organisasi kemahasiswaan dapat berjalan timpang dan jauh dari kepentingan mahasiswa,” ujar Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FATERNA UNRAM.

Ironisnya, ketidakpedulian mahasiswa terhadap lembaga legislatif ini memperburuk keadaan. Banyak yang hanya fokus pada nilai akademik dan menganggap demokrasi kampus bukanlah urusan mereka. Padahal, mengabaikan peran DPM FATERNA UNRAM sama saja membiarkan suara kolektif mahasiswa kehilangan penyalurannya. Jika fungsi pengawasan terus lemah, bukan tidak mungkin kampus akan melahirkan organisasi mahasiswa yang hanya menjadi alat seremonial tanpa roh demokrasi.

Fungsi dan Tugas yang Terlupakan

DPM FATERNA UNRAM memegang mandat penting yang seharusnya dijalankan dengan integritas dan keberanian:

Legislasi : Menyusun, membahas, dan mengesahkan aturan kemahasiswaan serta menyetujui rancangan kebijakan BEM dan UKM.

Pengawasan : Mengawasi dan mengoreksi pelaksanaan kebijakan agar tidak menyimpang dari kepentingan mahasiswa.

Aspirasi Mahasiswa: Menjadi jembatan suara mahasiswa atas isu-isu akademik, kesejahteraan, dan fasilitas kampus.

Pemilu Mahasiswa : Menetapkan aturan dan mengawal proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM serta anggota DPM FATERNA UNRAM secara transparan.

Ketiadaan peran nyata dari DPM FATERNA UNRAM bukan sekadar masalah organisasi, tetapi ancaman serius bagi keberlangsungan demokrasi kampus. Demokrasi bukan hanya tentang pemilu mahasiswa atau rapat rutin, melainkan tentang hadirnya kontrol dan keseimbangan yang menjaga agar setiap kebijakan tetap berpihak pada mahasiswa.

Pertanyaan yang mengusik kini menggema: sampai kapan DPM FATERNA UNRAM akan terus membisu, dan siapa yang akan menggantikan mereka menjaga marwah demokrasi di kampus?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klarifikasi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lombok Tengah: Tidak Ada Rencana Aksi Besok, Tanda Tangan pimpinan Lembaga Dimanipulasi

Dugaan praktek Jual beli beasiswa di kampus swasta Medical Farma Husada, Aktivis: ombudsman dan kementerian segera investigasi.

Rektor Unram Gagal: Kegagalan Kepemimpinan dalam Satu Periode Mengurus Mahasiswa