Debat Paslon Ketua BEM Fakultas Peternakan Ricuh, Diduga Ada Intervensi Pihak Luar
Fakultas Peternakan — Pelaksanaan debat pasangan calon (Paslon) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan berlangsung ricuh dan tidak kondusif. Forum yang seharusnya menjadi ruang adu gagasan justru diwarnai ketegangan, interupsi berulang, serta kekacauan teknis yang mengganggu jalannya debat.
Sejumlah mahasiswa yang hadir menilai debat berjalan tidak netral. Situasi memanas ketika beberapa pertanyaan dan sesi debat terhenti secara sepihak tanpa penjelasan yang jelas kepada publik. Hal ini memicu kekecewaan peserta dan audiens, karena esensi debat sebagai sarana pendidikan demokrasi mahasiswa menjadi tereduksi.
Lebih lanjut, beredar dugaan adanya intervensi dari pihak luar, termasuk keterlibatan oknum yang diduga berasal dari Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) dan Badan Pengawas Pemira (Bawasra). Dugaan tersebut mencuat setelah adanya tindakan-tindakan yang dinilai melampaui kewenangan, seperti pengaturan jalannya debat yang tidak transparan serta keputusan sepihak yang berpotensi menguntungkan salah satu pihak.
Meski demikian, hingga rilis ini diterbitkan, pihak KPRM dan Bawasra belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan intervensi tersebut. Mahasiswa berharap kedua lembaga segera memberikan klarifikasi terbuka demi menjaga integritas Pemilihan Mahasiswa (Pemira) dan kepercayaan publik kampus.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kualitas demokrasi di lingkungan Fakultas Peternakan. Mahasiswa menegaskan bahwa Pemira seharusnya bebas dari tekanan, intervensi, dan kepentingan apa pun, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan independensi.
Sebagai bagian dari komunitas akademik, mahasiswa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan debat dan proses Pemira agar kejadian serupa tidak terulang. Demokrasi kampus yang sehat merupakan fondasi penting dalam membentuk kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Komentar
Posting Komentar