JAMIL NTB & LSM RAKYAT BANGKIT SERUKAN BOIKOT RAKERWIL PSI NTB ‼️

SIARAN SIKAP & PERNYATAAN RESMI

Jaringan Aktivis Milenial NTB & LSM Rakyat Bangkit

Kedatangan Wakil Menteri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam agenda Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PSI NTB menuai penolakan keras dari berbagai elemen masyarakat sipil. Ketum Jaringan Aktivis Milenial NTB bersama LSM Rakyat Bangkit secara tegas menyatakan sikap menolak kehadiran Wakil Menteri RI dalam kegiatan tersebut.

Penolakan ini bukan tanpa alasan. Kami menilai bahwa kehadiran pejabat negara dalam forum internal partai politik, terlebih dalam momentum konsolidasi daerah, berpotensi mencederai prinsip netralitas jabatan publik. Wakil Menteri adalah representasi negara, bukan alat legitimasi politik kelompok tertentu. Ketika jabatan publik dibawa masuk ke ruang-ruang politik praktis, maka yang dipertaruhkan adalah kepercayaan rakyat terhadap integritas pemerintahan.

Ketua Umum Jaringan Aktivis Milenial NTB (Arul) menegaskan bahwa NTB bukan panggung untuk kepentingan politik simbolik yang dibungkus dengan jabatan negara. “Kami menolak keras segala bentuk politisasi jabatan publik. Kehadiran Wakil Menteri dalam Rakerwil PSI NTB adalah bentuk ketidakpekaan terhadap etika pemerintahan dan mencederai semangat demokrasi yang sehat,” tegasnya.

Senada dengan itu, LSM Rakyat Bangkit menilai bahwa kegiatan tersebut berpotensi menjadi ajang pencitraan politik yang tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat. “Rakyat NTB hari ini masih dihadapkan pada persoalan nyata—pendidikan, kesejahteraan, dan ketimpangan sosial. Kehadiran pejabat negara dalam forum partai justru menunjukkan jarak antara elite dan realitas rakyat,” ungkap perwakilan LSM tersebut.

Kami menegaskan:

  1. Menolak kedatangan Wakil Menteri RI dalam kegiatan Rakerwil PSI NTB.

  2. Mendesak agar pejabat publik menjaga netralitas dan etika dalam menjalankan tugas negara.

  3. Mengingatkan seluruh elemen kekuasaan agar tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan politik praktis.

Aksi penolakan ini adalah bentuk kontrol publik dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat sipil. Kami tidak anti terhadap individu atau partai tertentu, namun kami berdiri tegak menjaga marwah demokrasi dan etika bernegara.

NTB bukan panggung politik kekuasaan. NTB adalah milik rakyat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klarifikasi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lombok Tengah: Tidak Ada Rencana Aksi Besok, Tanda Tangan pimpinan Lembaga Dimanipulasi

Dugaan praktek Jual beli beasiswa di kampus swasta Medical Farma Husada, Aktivis: ombudsman dan kementerian segera investigasi.

Rektor Unram Gagal: Kegagalan Kepemimpinan dalam Satu Periode Mengurus Mahasiswa