Pembayaran Pengadaan Bansos Tersendat, Dinas Sosial Lombok Timur Jadi Sorotan

Pembayaran Pengadaan Bansos Tersendat, Dinas Sosial Lombok Timur Jadi Sorotan

Lombok Timur — Permasalahan pengadaan bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Lombok Timur. Hingga saat ini, pihak penyedia beras mengeluhkan belum adanya pembayaran dari Dinas Sosial Lombok Timur terkait kebutuhan beras untuk program bansos.

Salah satu penyedia beras, Mavi Adiek Garalosa, mengaku telah menyalurkan beras sesuai dengan permintaan dan kebutuhan program. Namun, hingga kini pembayaran dari pihak dinas belum juga direalisasikan.

“Kami sudah menyalurkan beras sesuai kontrak, tapi sampai hari ini belum ada kejelasan pembayaran. Ini tentu memberatkan kami secara finansial,” ujar Mavi Adiek Garalosa.

Lebih lanjut, Mavi Adiek Garalosa menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila persoalan ini tidak segera diselesaikan. Ia menyebutkan rencana untuk melakukan hearing dengan Bupati Lombok Timur guna meminta kejelasan.

“Jika tidak ada itikad baik, kami akan mengajukan hearing ke bupati. Bahkan tidak menutup kemungkinan kami akan mendatangi langsung kantor Dinas Sosial Lombok Timur untuk menuntut kejelasan,” tegasnya.

Keterlambatan ini disebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan kekhawatiran, baik dari sisi keberlanjutan distribusi bantuan maupun kepercayaan pihak ketiga terhadap pemerintah daerah.

Di sisi lain, masyarakat berharap agar persoalan ini segera diselesaikan. Program bansos merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan sosial, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Keterlambatan dalam aspek administrasi dan keuangan dikhawatirkan dapat berdampak pada distribusi bantuan ke depan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Sosial Lombok Timur belum memberikan keterangan resmi terkait alasan keterlambatan pembayaran tersebut. Publik pun mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran bansos.

Pengamat kebijakan publik menilai, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini. Selain menjaga kepercayaan mitra kerja, hal ini juga penting untuk memastikan program bantuan sosial tetap berjalan optimal tanpa hambatan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tata kelola anggaran yang baik dan tepat waktu merupakan kunci dalam keberhasilan program sosial pemerintah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Klarifikasi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Lombok Tengah: Tidak Ada Rencana Aksi Besok, Tanda Tangan pimpinan Lembaga Dimanipulasi

Dugaan praktek Jual beli beasiswa di kampus swasta Medical Farma Husada, Aktivis: ombudsman dan kementerian segera investigasi.

Rektor Unram Gagal: Kegagalan Kepemimpinan dalam Satu Periode Mengurus Mahasiswa