*SUARA MAHASISWA UNTUK DEMOKRASI RAKYAT* *(SAMUDRA NTB)**MENYOROTI DARURAT PELECEHAN SEKSUAL DI PONDOK PESANTREN DI NTB KHUSUSNYA DIPULAU LOMBOK.MENUNTUT PENCOPOTAN KANWIL KEMENAG NTB ATAS KEGAGALAN FUNGSI PENGAWASAN
Oleh : Hendrawan ketua Samudra NTB Ketua Suara Mahasiswa Untuk Demokrasi Rakyat (SAMUDRA NTB) dengan tegas menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan moral atas maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Lombok. Pulau yang selama ini dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid kini tercoreng oleh berbagai peristiwa yang mencederai nilai nilai keagamaan, kemanusiaan, serta rasa aman anak dan santri sebagai generasi penerus bangsa. Fenomena ini bukan lagi kasus insidental, melainkan telah menunjukkan pola sistemik yang berulang. Ketika kekerasan seksual terus terjadi di institusi pendidikan berbasis agama, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya pelaku, tetapi juga kegagalan sistem pengawasan dan pembinaan oleh negara, dalam hal ini Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB. TANGGUNG JAWAB KANWIL KEMENAG YANG DIABAIKAN Secara kelembagaan, Kanwil Kemenag...