Postingan

*SUARA MAHASISWA UNTUK DEMOKRASI RAKYAT* *(SAMUDRA NTB)**MENYOROTI DARURAT PELECEHAN SEKSUAL DI PONDOK PESANTREN DI NTB KHUSUSNYA DIPULAU LOMBOK.MENUNTUT PENCOPOTAN KANWIL KEMENAG NTB ATAS KEGAGALAN FUNGSI PENGAWASAN

Gambar
Oleh : Hendrawan ketua Samudra NTB Ketua Suara Mahasiswa Untuk Demokrasi Rakyat (SAMUDRA NTB) dengan tegas menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan moral atas maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di Pulau Lombok. Pulau yang selama ini dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid kini tercoreng oleh berbagai peristiwa yang mencederai nilai nilai keagamaan, kemanusiaan, serta rasa aman anak dan santri sebagai generasi penerus bangsa. Fenomena ini bukan lagi kasus insidental, melainkan telah menunjukkan pola sistemik yang berulang. Ketika kekerasan seksual terus terjadi di institusi pendidikan berbasis agama, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya pelaku, tetapi juga kegagalan sistem pengawasan dan pembinaan oleh negara, dalam hal ini Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB. TANGGUNG JAWAB KANWIL KEMENAG YANG DIABAIKAN Secara kelembagaan, Kanwil Kemenag...

Penolakan Mengemuka dalam Pengumuman Hasil Seleksi Kepala Dusun Awang Kebon, Tiga Calon Kompak Absen

Gambar
Lombok Tengah – Proses pengumuman hasil seleksi Calon Kepala Dusun Awang Kebon, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menuai polemik dan penolakan dari sejumlah pihak. Tiga calon Kepala Dusun secara tegas menyatakan sikap menolak dan memilih tidak menghadiri acara pengumuman hasil seleksi yang digelar oleh pemerintah desa. Ketiga calon tersebut menilai bahwa proses seleksi hingga penetapan hasil tidak dijalankan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang telah disepakati sejak awal. Padahal, sebelum tahapan seleksi dimulai, telah ada kesepakatan bersama terkait aturan, pembentukan Panitia Seleksi (Pansel), serta indikator penilaian yang menjadi dasar penentuan calon terpilih. Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, hasil nilai seleksi menunjukkan bahwa Wawan Mardianto memperoleh nilai tertinggi dengan skor 186,5, disusul Abdul Manap dengan nilai 164, dan Jumadil dengan nilai 135,6. Namun secara mengejutkan, calon yang dinyatakan terpilih justr...

Pohon Berganti Terpal: Menangisi Hijau yang Semu

Gambar
Oleh Melati Amelia Pertiwi Duta Lingkungan NTB 2024 Jika kita melihat Lantung dari ketinggian atau melalui citra satelit, sekilas warna hijau masih mendominasi. Namun, jika kita telusuri lebih dalam, "hijau" tersebut bukan lagi pucuk-pucuk pohon rimba yang kokoh, melainkan lembaran terpal plastik yang membentang di bawah tegakan pohon yang meranggas, atau bahkan di lahan yang sudah gundul total. Fenomena ini adalah wajah dari pertambangan emas rakyat dan perluasan lahan jagung yang masif. Lantung yang dahulu dikenal sebagai wilayah dengan udara dingin, hutan rapat, dan aliran sungai jernih, kini perlahan berubah menjadi kawasan yang kehilangan identitas alaminya. Aktivitas ekonomi rakyat memang menjadi sumber penghidupan, tetapi ketika ia merambah tanpa batas dan tanpa kendali, ia berubah menjadi ancaman bagi kehidupan itu sendiri. 1. Kamuflase Ekologis Penggunaan terpal hijau di kawasan hutan Lantung sering kali berfungsi ganda. Secara teknis, ia digunakan untuk ...

BAYAN DI CIPTAKAN KETIKA TUHAN SEDANG TERSENYUM

Gambar
Pagi itu, setelah kopi terakhir menghangatkan dada, aku bersama delapan rekan melangkah menuju kantor desa. Langkah kami sederhana, namun niat kami penuh, mengabdi di desa dengan sejuta cerita yang seolah telah menunggu untuk dituliskan. Udara Bayan masih jujur, matahari belum tinggi, dan alam seakan memberi restu atas pengabdian yang akan kami mulai. Sambutan Kepala Desa datang tanpa jarak. Senyum manisnya bukan sekadar formalitas, melainkan pelukan yang tak terlihat. Dalam tatapannya, kami bukan mahasiswa yang singgah, melainkan anak-anak yang pulang membawa niat baik. Di ruangan itu, kata “mengabdi” kehilangan makna kaku; ia berubah menjadi hubungan, antara yang datang dan yang menerima, antara belajar dan saling merawat. Usai penerimaan, langkah kami menyebar menyusuri desa. Silaturahmi menjadi napas, diskusi menjadi bahasa, dan cerita-cerita kecil menjelma pengikat. Di sela perjumpaan itu, aku bertemu kawan lama-satu organisasi, satu keyakinan tentang arti pengabdian, ...

Menjaga Alam Adalah Tanggung Jawab Semua Manusia

Gambar
​Alam semesta, dengan segala keajaiban dan sumber daya yang tak ternilai, adalah warisan paling berharga yang kita miliki. Dari hutan hujan yang lebat, lautan biru yang luas, hingga udara yang kita hirup setiap detik, semuanya adalah sistem kehidupan yang rapuh dan saling terhubung. Namun, seiring dengan kemajuan peradaban, jejak manusia di Bumi semakin besar, meninggalkan dampak yang tidak selalu positif. Oleh karena itu, sudah saatnya kita menyadari dan menegaskan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab fundamental dan kolektif semua manusia. ​ Sebuah Keterikatan yang Tak Terpisahkan ​Kita sering kali melihat diri kita sebagai entitas yang terpisah dari alam, padahal kenyataannya, kelangsungan hidup kita bergantung sepenuhnya pada ekosistem yang sehat. Alam menyediakan tiga kebutuhan esensial: air bersih, udara bersih, dan makanan. ​Air dan Udara: Hutan bertindak sebagai paru-paru dunia, menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida. Pegunungan dan daerah resapan air...

Sejarah Baru, Pelantikan FKPPMS Pertama Kali Dihadiri Langsung oleh Bupati

Gambar
Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Sumbawa Im(FKPPMS) Mataram mencatatkan sejarah baru dalam perjalanannya. Untuk pertama kalinya, prosesi pelantikan pengurus FKPPMS dihadiri langsung oleh Bupati, menandai babak baru sinergi antara pemerintah daerah dan kaum intelektual muda. Acara pelantikan yang berlangsung khidmat di  Gedung Dome Universitas Mataram pada Hari Rabu 17 Desember 2025 menjadi momentum krusial bagi organisasi. Kehadiran orang nomor satu di kabupaten Sumbawa dipandang sebagai bentuk pengakuan nyata atas eksistensi dan peran strategis mahasiswa dalam pembangunan daerah. Dukungan Penuh Pemerintah Daerah Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terbentuknya kepengurusan FKPPMS yang baru. Beliau menekankan bahwa mahasiswa bukan sekadar agen perubahan (agent of change), tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik. "Kehadiran saya di sini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk selalu membuka pint...

Debat Paslon Ketua BEM Fakultas Peternakan Ricuh, Diduga Ada Intervensi Pihak Luar

Gambar
Fakultas Peternakan — Pelaksanaan debat pasangan calon (Paslon) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan berlangsung ricuh dan tidak kondusif. Forum yang seharusnya menjadi ruang adu gagasan justru diwarnai ketegangan, interupsi berulang, serta kekacauan teknis yang mengganggu jalannya debat. Sejumlah mahasiswa yang hadir menilai debat berjalan tidak netral. Situasi memanas ketika beberapa pertanyaan dan sesi debat terhenti secara sepihak tanpa penjelasan yang jelas kepada publik. Hal ini memicu kekecewaan peserta dan audiens, karena esensi debat sebagai sarana pendidikan demokrasi mahasiswa menjadi tereduksi. Lebih lanjut, beredar dugaan adanya intervensi dari pihak luar, termasuk keterlibatan oknum yang diduga berasal dari Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) dan Badan Pengawas Pemira (Bawasra). Dugaan tersebut mencuat setelah adanya tindakan-tindakan yang dinilai melampaui kewenangan, seperti pengaturan jalannya debat yang tidak transparan serta keputu...